Jakarta - Memasuki hari keempat World Peace Forum (WPF)
yang digelar oleh Muhammadiyah, para peserta mendapat sambutan dari
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden menerima sekitar
150 peserta WPF di Istana Bogor didampingi para menteri KIB II.
Pantauan
detikcom, di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/11/2012), para
peserta World Peace Forum IV yang berasal dari 21 negara, tiba di istana
presiden menggunakan empat bis dan kendaraan kedutaan sekitar pukul
13.00 WIB. Para aktivis perdamaian yang sebagian besar mengenakan batik
itu menempati kursi di ruang Garuda Istana Negara, Bogor.
Sekitar 30 menit kemudian Presiden SBY, didampingi Ketua Umum PP
Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Ketua Cheng Ho Multi Culture Trust
Malaysia, masuk mengisi kursi di bagian depan. Dalam sambutannya, Din
Syamsuddin menyatakan selama tiga hari WPF telah melahirkan banyak
gagasan tentang pentingnya demokrasi seperti yang telah dicapai oleh
Indonesia.
"Selama tiga hari ini para peserta secara aktif telah
tukar-menukar pikiran tentang demokrasi multikultral, bahwa
multikulturalisme adalah ide dan paham kemajemukan. Dalam pandangan kami
dan Muhammadiyah, multikulturalisme adalah satu kenyataan dan bisa kami
katakan ini sunnatullah, oleh karena itu kemajemukan dengan bhineka
tunggal ika adalah anugerah Ilalahi," kata Din di Ruang Garuda.
Din
menilai demokrasi adalah pilihan terbaik untuk masyarakat dunia saat
ini namun dengan penanaman etika dan moral yang tinggi. "Dari WPF
keempat, telah mengemukan beberapa ide bahwa demokrasi adalah pilihan
ideal bagi masyarakat dunia saat ini, namun demokrasi yang berdasarkan
liberty dan equality harus dinafasi etika dan moral," ujar Din
menambahkan.
Menurut Din, penerapan demokrasi dalam multikultural
perlu mengutamakan nilai multikutural itu sendiri, antara lain siap
hidup berdampingan antar sesama.
"Peserta sangat kagum dengan istana Bogor selain demokratisasi
Indonesia. Ingin kami laporkan bahwa selama World Peace Forum ini
dilangsungkan acara informal tentang Moro Islamic Liberty Front dalam
mendukung perdamian Filipina Selatan. Ini kontribusi Muhammadiyah bagi
bangsa dan negara," ucap Din.
WPF IV ini diselenggarakan
Muhammadiyah bekerjasama dengan Cheng Ho Multi Culture Trust Malaysia,
dan Centre For Dialog and Cooperation among Civilitation (CDCC). Tema
yang diangkat dalam forum ini adalah 'Consolidating Multicultural
Democracy'.
Hadir dalam pertemuan itu sejumlah menteri, yaitu
Menlu Marti Natalegawa, Menpora Andi Malaranggeng, Mendagri Gamawan
Fauzi, Menteri Agama Surya Darma Ali, Menkominfo Tifatul Sembiring,
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menko Perekonomian Hatta Radjasa,
Seskab Dipo Alam, dan Mensesneg Sudi Silalahi.
Sebanyak 50 tokoh dunia dihadirkan dalam forum yang digelar mulai 23-25 November di Hotel Novotel Bogor. WPF IV diikuti oleh 200
peserta
dari dalam dan luar negeri. Peserta luar negeri berjumlah 100 orang
diantaranya perwakilan tokoh politik, pemimpin organisasi, akademisi dan
aktivis perdamaian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar